Selasa, 07 Desember 2010

LangsaT 2007

Tahun 2007 diawali dengan pembentukan kepengurusan baru dikarenakan kesibukan anggota lain maka Sekretaris yang sibuk sebagai karyawan Sub Kontraktor PT. Adaro dan Bendahara disibukan sebagai ibu rumah tangga.
Pada tahun ini (2007) dibentuk pormasi baru yaitu :
Erwan Susandi, SE sebagai Ketua, Riza Bahtiar, S. Fils. I yang awalnya anggota DESANTARA sebuah LSM Budaya Nasional di Ciputat menjadi Sekretaris, Saudara Wahid Nordin, SE berlatar belakang Yayasan Brebes Membaca menjadi pengelola keuangan atau Bendahara LangsaT.


Sekilas tentang KeMaMa (Kelompok Masyarakat Mandiri)

Pada 22 September 2007 Rapat Interen LangsaT yang dihadiri Pengurus LangsaT untuk merumuskan kegiatan Tahun 2008. Pada hari itu penyusunan Agenda dan target-target yang akan dicapai. Karena pentingnya pengorganisasian ditingkat pendampingan maka dicarilah pola-pola mempermudah pendampingan.

Tipe-tipe pendampingan yang keluar pada saat itu antara lain:
1.Advokasi acak = Kepada siapa saja yang ditemui atau dikenali,
2.Advokasi terstruktur=Kepada kelompok-kelompok masyarakat yang sudah ada,
3.Advokasi Kelompok baru terstruktur=pengelompokan masyarakat yang mau diajak bekerjasama.

Di ambilah beberapa contoh kelompok yang biasa atau yang sudah ada dan berkembang dimasyarakat seperti :
1.Kelompok Pengajian
2.Kelompok arisan
3.Koperasi
4.CU (Creadit Union)
5.Pengguna Asuransi
6.Pengguna Perbankan
7.Kelompok seni

Melihat diantara diatas yang dianggap mengikat di Kabupaten Tabalong adalah Kelompok Pengajian, Kelompok Arisan dan Koperasi. Namun masing-masing kelompok mengalami kelemahan dan kelebihan antara lain masih kurangnya nilai keperdulian untuk bekerjasama membangun wilayahnya. Dari beberapa analisa yang dilakukan saat rapat Intern LangsaT tanggal 22 September 2007 tersebut menyepakati untuk mengolaborasi semuannya.

Tercetuslah organisasi gabungan yang disebut Kelompok Masyarakat Mandiri, atau disingkat KeMaMa. KeMaMa penggabungan beberapa sifat-sifat oraganisasi yang berkembang maka KeMaMa juga adalah anak dari perkawinan Koperasi, Asuransi dan Perbankan.

Mengapa di nama kan KeMaMa, antara lain;
1.Terwujudlah kelompok yang terikat satu sama lain dengan ikatan rasa kekeluargaan dan gotong royong,
2.Terciptanya organisasi dimana mereka dapat berinteraksi diantar anggota dalam berbisnis atau berusaha,
3.Sebuah jaminan bersama berpikir membangun wilayahnya sendiri,
4.Kemandirian ekonomi tercipta karena KeMaMa juga bisa sebagai organisasi yang berbisnis,
5.KeMaMa diharapkan kedepan bisa menjadi topangan ekonomi anggotanya dan melaksankan kegiatan keuangan seperti Arisan, Simpan-Pinjam dan asuransi.

Diharapkan KeMaMa:
1.Tempat berkumpul dan berdiskusi agar dapat menguatkan dan menciptakan perekonomian rumah tangga
2.Kelompok yang berasaskan gotong royong dan saling bertanggungjawab terhadap perekonomian anggotanya dan faktor-faktor pendukung/mempengaruhi keadaan ekonomi,
3.Menjadi kelompok masyarakat yang mandiri dan menintegeritas ekonomi diwilayahnya
4.KeMaMa dapat mensenjahterakan anggotanya dan memberikan dampak positif disekitarnya
5.Kelompok Mandiri ini adalah bagian dari pemandirian dan peningkatan pendapatan rumah tangga
6.Sebagai intrumen pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan

Hidup bergotong royong yang selama ini mulai ditinggalkan diharapkan dengan lahirnya KeMaMa ini dapat ditumbuhkembangkan lagi agar rasa memiliki dan tanggungjawab bersama itu kembali lagi hadir ditengah-tengah masyarakat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar